Tanda-tanda Depresi Tingkat Ringan

Secara umum, setiap orang memiliki kemungkinan untuk mengalami depresi. Sekilas depresi ini tidak berbeda jauh dengan kondisi ketika seseorang sedih karena suatu masalah. Namun depresi secara khusus akan menunjukan gejala yang berbeda. Lalu, apa saja yang menyebabkan seseorang mengalami depresi?

 

Apa Saja yang Menyebabkan Depresi?

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang menjadikan seseorang yang mengalaminya memiliki perasaan negatif. Sehingga bisa dikatakan pula sebagai kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan yang mendalam, dan kemudian mempengaruhi perilakunya dalam keseharian.

Depresi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, paling umum atau paling sering adalah karena beberapa hal berikut ini:

  • Mengalami peristiwa yang traumatis atau menyebabkan trauma. Misalnya mengalami penyiksaan, perundungan, pelecehan, kesulitan ekonomi, dan lain-lain.
  • Menderita suatu penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan. Seperti penyakit HIV, kanker, stroke, dan lain-lain.
  • Cenderung memiliki kepribadian tertentu yang kuat. Misalnya terlalu rendah diri, terlalu pendiam, terlalu pesimis, terlalu bergantung pada orang, dan lain-lain.
  • Memiliki riwayat gangguan mental. Sebut saja seperti gangguan pada pola makan maupun gangguan kecemasan yang berlebihan.
  • Sebagai efek dari konsumsi obat tertentu, salah satunya obat tidur.
  • Mengalami ketergantungan terhadap alkohol maupun narkoba sebagai efek dari mencari pelarian.

 

Tanda Depresi dalam Tingkat Ringan

Ada banyak hal yang menjadi penyebab dari depresi, yang tentu sangat mungkin dialami oleh siapa saja. Depresi sendiri bisa dialami dalam tingkat ringan, sedang, sampai tingkat berat. Adapun tanda dari depresi tingkat ringan ini meliputi:

 

1. Malas untuk Keluar Rumah

Tanda pertama yang sering dialami oleh seseorang yang mengalami depresi pada tingkat ringan adalah malas keluar rumah. Mereka cenderung betah berdiam di rumah sampai berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan. Penyebabnya beragam, bisa karena merasa kelelahan yang ekstrim sampai perasaan jika keluar rumah maka akan semakin banyak yang membencinya.

 

2. Selalu Merasa Bersalah

Semua orang tanpa terkecuali tentu pernah membuat kesalahan, dan wajar jika merasa bersalah karenanya. Namun ketika rasa bersalah ini muncul karena sesuatu kesalahan yang tidak disebabkan olehnya. Maka sudah masuk kategori depresi ringan, sehingga perlu ditangani agar tidak menjadi depresi berat.

 

3. Merasa Selalu Kurang Istirahat

Tubuh yang merasa lelah tentu membutuhkan istirahat sebagai obatnya, namun jika sudah istirahat masih merasa lelah. Kemudian juga merasa waktu istirahatnya kurang padahal sudah tidur seharian penuh. Maka ada kemungkinan orang tersebut mengalami depresi di tingkat ringan.

 

4. Malas untuk Menjaga Kebersihan

Ketika tubuh dan pikiran dalam kondisi sehat atau bebas depresi maka akan melakukan perawatan diri, paling tidak dengan menjaga kebersihan. Seperti mandi setiap hari menggosok gigi secara teratur, dan lain sebagainya.

Hanya saja ketika depresi menyerang maka seseorang bisa malas melakukan apapun, termasuk membersihkan diri yang lingkungan sekitar. Tidak jarang orang depresi sudah tidak mandi selama berminggu-minggu.

 

5. Merasa Dibenci Banyak Orang

Mengharapkan semua orang menyukai kita tentu sulit untuk terwujud, sebab sebaik apapun diri kita terhadap lingkungan dijamin akan ada satu atau dua orang yang tidak suka. Hal ini normal, namun ketika terlalu sensitif dan merasa dibenci banyak orang sampai enggan keluar rumah. Maka sudah menunjukan adanya gejala depresi di tingkat ringan.

 

6. Mudah Marah

Depresi ringan juga sering ditandai dengan mudahnya seseorang tercetus emosinya, sehingga lebih mudah marah.Hal-hal sepele pun bahkan bisa membuatnya marah besar. Jika hal ini terjadi maka orang tersebut sudah termasuk dalam kondisi depresi ringan.

 

Depresi tingkat ringan tidak bisa disepelekan, sebab ketika tidak tertangani maka akan berkembang menjadi lebih serius. Oleh sebab itu jika tanda-tanda di atas dialami silahkan segera berkonsultasi dengan psikolog. Bisa pula mencari tahu tentang depresi dengan klik di sini.